Kamis, 31 Oktober 2013

Teman-teman kami  dari kelas 6 ar-rumi sd global pekanbaru  nama saya said muhammad najib saya laki-laki umur saya 11 tahun dan saya teman said nama saya muhammad haziq dafren terimakasih
Fisika (bahasa Yunani: φυσικός (fysikós), "alamiah", dan φύσις (fýsis), "alam") adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.
Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai "ilmu paling mendasar", karena setiap ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika.
Fisika juga berkaitan erat dengan matematika. Teori fisika banyak dinyatakan dalam notasi matematis, dan matematika yang digunakan biasanya lebih rumit daripada matematika yang digunakan dalam bidang sains lainnya. Perbedaan antara fisika dan matematika adalah: fisika berkaitan dengan pemerian dunia material, sedangkan matematika berkaitan dengan pola-pola abstrak yang tak selalu berhubungan dengan dunia material. Namun, perbedaan ini tidak selalu tampak jelas. Ada wilayah luas penelitan yang beririsan antara fisika dan matematika, yakni fisika matematis, yang mengembangkan struktur matematis bagi teori-teori fisika.
Biologi adalah ilmu alam yang mempelajari kehidupan dan organisme hidup, termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi, persebaran, dan taksonominya.[1] Ilmu biologi modern sangat luas dan eklektik, serta terdiri dari berbagai macam cabang dan subdisiplin. Namun, meskipun lingkupnya luas, terdapat beberapa konsep umum yang mengatur semua penelitian, sehingga menyatukannya dalam satu bidang. Biologi biasanya mengakui sel sebagai satuan dasar kehidupan, gen sebagai satuan dasar pewarisan, dan evolusi sebagai mekanisme yang mendorong terciptanya spesies baru. Selain itu, organisme diyakini bertahan dengan mengonsumsi dan mengubah energi serta dengan meregulasi keadaan dalamnya agar tetap stabil dan vital.
Subdisiplin biologi didefinisikan berdasarkan skala organisme yang dipelajari, jenis organisme yang dipelajari, dan metode yang digunakan untuk mempelajarinya: biokimia mempelajari kimia kehidupan; biologi molekuler terkait dengan interaksi antar molekul biologis; botani mempelajari biologi tumbuhan; biologi seluler meneliti satuan dasar semua kehidupan, yaitu sel; fisiologi mempelajari fungsi fisik dan kimia jaringan, organ, dan sistem organ suatu organisme; biologi evolusioner meneliti proses yang menghasilkan keanekaragaman hayati; dan ekologi mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya.[2]
Planet (dari bahasa Yunani Kuno αστήρ πλανήτης (astēr planētēs), berarti "bintang pengelana") adalah benda astronomi yang mengorbit sebuah bintang atau sisa bintang yang cukup besar untuk memiliki gravitasi sendiri, tidak terlalu besar untuk menciptakan fusi termonuklir, dan telah "membersihkan" daerah sekitar orbitnya yang dipenuhi planetesimal.[a][1][2] Kata planet sudah lama ada dan memiliki hubungan sejarah, sains, mitologi, dan agama. Oleh peradaban kuno, planet dipandang sebagai sesuatu yang abadi atau perwakilan dewa. Seiring kemajuan ilmu pengetahuan, pandangan manusia terhadap planet berubah. Pada tahun 2006, Persatuan Astronomi Internasional (IAU) mengesahkan sebuah resolusi resmi yang mendefinisikan planet di Tata Surya. Definisi ini dipuji namun juga dikritik dan masih diperdebatkan oleh sejumlah ilmuwan karena tidak mencakup benda-benda bermassa planet yang ditentukan oleh tempat atau benda orbitnya. Meski delapan benda planet yang ditemukan sebelum 1950 masih dianggap "planet" sesuai definisi modern, sejumlah benda angkasa seperti Ceres, Pallas, Juno, Vesta (masing-masing objek di sabuk asteroid Matahari), dan Pluto (objek trans-Neptunus yang pertama ditemukan) yang dulunya dianggap planet oleh komunitas ilmuwan sudah tidak dipermasalahkan lagi.
Ptolomeus menganggap planet mengelilingi Bumi dengan gerakan deferen dan episiklus. Walaupun ide planet mengelilingi Matahari sudah lama diutarakan, baru pada abad ke-17 ide ini terbukti oleh pengamatan teleskop Galileo Galilei. Dengan analisis data observasi yang cukup teliti, Johannes Kepler menemukan bahwa orbit planet tidak berbentuk lingkaran, melainkan elips. Seiring perkembangan peralatan observasi, para astronom mengamati bahwa planet berotasi pada sumbu miring dan beberapa di antaranya memiliki beting es dan musim layaknya Bumi. Sejak awal Zaman Angkasa, pengamatan jarak dekat oleh wahana antariksa membuktikan bahwa Bumi dan planet-planet lain memiliki tanda-tanda vulkanisme, badai, tektonik, dan bahkan hidrologi.
Secara umum, planet terbagi menjadi dua jenis utama: raksasa gas besar berkepadatan rendah dan raksasa darat kecil berbatu. Sesuai definisi IAU, ada delapan planet di Tata Surya. Menurut jaraknya dari Matahari (dekat ke jauh), ada empat planet kebumian, Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars, kemudian empat raksasa gas, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Enam planet di antaranya dikelilingi oleh satu satelit alam atau lebih. Selain itu, IAU mengakui lima planet kerdil[3] dan ratusan ribu benda kecil Tata Surya. Mereka juga masih mempertimbangkan benda-benda lain untuk digolongkan sebagai planet.[4]
Sejak 1992, ratusan planet yang mengelilingi bintang-bintang lain ("planet luar surya" atau "eksoplanet") di Bima Sakti telah ditemukan. Per 22 Maret 2013, 861 planet luar surya yang diketahui (di 677 sistem planet dan 128 sistem multiplanet) terdaftar di Extrasolar Planets Encyclopaedia. Ukurannya beragam, mulai dari planet daratan mirip Bumi hingga raksasa gas yang lebih besar daripada Yupiter.[5] Pada tanggal 20 Desember 2011, tim Teleskop Luar Angkasa Kepler menemukan dua planet luar surya seukuran Bumi, Kepler-20e[6] dan Kepler-20f,[7] yang mengorbit bintang mirip Matahari, Kepler-20.[8][9][10] Studi tahun 2012 yang menganalisis data mikrolensa gravitasi memperkirakan setiap bintang di Bima Sakti rata-rata dikelilingi oleh sedikitnya 1,6 planet.[11] Sejumlah astronom di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CfA) melaporkan pada Januari 2013 bahwa sedikitnya 17 miliar eksoplanet seukuran Bumi (tepatnya 0,8–1,25 massa Bumi) dengan periode orbit 85 hari atau kurang berada di galaksi Bima Sakti.
Kemajuan suatu ilmu akan mempunyai arti apabila seorang ilmuwan mampu mengomunikasikan penemuannya kepada ilmuwan- ilmuwan lainnya melalui suatu penjelasan yang dapat dimeng- erti. Ilmu pengetahuan tidak akan berkembang jika para ilmuwan mendiamkan hasil penelitiannya dan tidak mewariskan ilmunya kepada generasi selanjutnya.
Nah sobat Percil, untuk menambah pengetahuan, kali ini kita akan mengupas tuntas profil tokoh-tokoh yang berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Siapa saja mereka, kita kupas yuuuk...

Galileo Galilei (1564-1642)

Seorang ahli fisika, filsafat, astronomi, dan matematika alami dari Italic yang memberikan andil mendasar dalam bidang gerak, astronomi, kekuatan bahan, dan sampai perkembangan metode saintifik. Perumusannya tentang inersia, hukum benda jatuh bebas, dan lintasan parabola merupakan awal dari perubahan mendasar dalam pelajaran tentang gerak. Dia juga yang mengatakan bahwa buku alam harus ditulis dalam kalimat matematika sehingga mengubah filsafat yang biasa diungkapkan hanya dengan kata-rata menjadi kalimat matematika. Pada akhirnya, penemuan teleskopnya membuat revolusi di bidang astronomi, dan membuka jalan baru terhadap diterimanya sistem neliosentris dari Copernicus, dengan teleskop tersebut, dia dapat mengamati bintik matahari, lembah, dan gunung di permukaan bulan, keempat satelit terbesar dari planet Yupiter, dan fase-fase planet Venus. Selain teleskop, Galileo juga yang menemukan termometer.

Marin Mersenne (1588-1648)

Seorang ahli matematika, filsafat, dan teologi dari Prancis. Di bidang fisika, dia mencoba mengukur kecepatan-kecepatan bunyi dengan menggunakan echo (gema). Selain itu, dia juga mengukur frekuensi gelombang pada dawai. Di bidang matematika, dia menemukan perumusan untuk mencari bilangan prima.

Sir Issac Newton (1624-1777)

Seorang ahli fisika dan matematika dari Inggris. Karyanya yang sangat menonjol di bidang fisika adalah hukum-hukum tentang gerak dan hukum gravitasi universal. Selain itu, dia juga berperan di bidang optik. Di bidang matematika, dia banyak menekuni kalkulus.

Robert Boyle (1672-1691)

Seorang ahli filsafat alami, penulis teologi Inggris dan merupakan tokoh dari abad ke-17 yang disegani. Dia lebih dikenal sebagai ahli filsafat, khususnya di bidang kimia, tetapi karyanya meliputi berbagai disiplin ilmu, yaitu hidrostatis, fisika, ilmu bumi, sejarah alam, dan kimia non-sains. Dia terkenal berkat penemuan Hukum Boyle. Dia termasuk orang yang disegani dalam pembentukan Royal Society Invisible College", suatu organisasi yang dikhususkan untuk pengembangan sains.. Dia juga seorang pelopor dalam menggunakan eKSperimen dan metoda sains untuk menguji teorinya. Dia juga yang menemukan korek api.

Andreas Celsius (1701-1744)

Ahli astronomi Swedia. Dialah yang mengusulkan Termometer Celsius yang membagi antara titik beku air dan titik didih air menjadi 100 skala. Sebagai penghargaan, satuan temperaturnya yaitu derajat Celsius, diambil dari namanya.

James Watt (1736-1819)

Seorang penemu dari Skotlandia. Karyanya yang paling terkenal ialah penyempurnaan mesin uap yang telah dibuat oleh Thomas Savery dan Thomas Newcomen dari Inggris, seningga dapat digunakan untuk memompa air dari sumur. Selain itu, dia juga banyak terlibat dalam pembuatan saluran air. Namanya diabadikan sebagai satuan daya, yaitu watt yang setara dengan joule per sekon.

Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794)

Kimiawan Prancis yang dijuluki Bapak Kimia Modern. Dia yang mengusulkan tata nama kimia, menemukan perbedaan unsur dan senyawa, menulis buku pelajaran kimia pertama. Dia juga yang mula-mula mengetahui pentingnya oKsigen untuk pernapasan dan pembakaran. Selain menguasai ilmu kimia, dia juga ahli ekonomi, ahli pertanian, ahli eksperimen, dan seorang pegawai pemerintahan yang brilian. Sejak kecil ia menderita penyakit pencernaan yang kronis. Dia terpaksa banyak tinggal di rumah. Namun, dia pantang menyerah. Dia mempelajari banyak hal dan selalu ingin memperbaiki keadaan dalam keterbatasannya. Pada usia 23 tahun, dia menulis esai mengenai penerangan kota. Esai cemerlangnya itu mendapatkan penghargaan berupa medali emas dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Prancis. Dia diangkat sebagai anggota lembaga itu pada usia 25 tahun.


John Dalton (1766-1844)

Seorang tukang tenun yang miskin. Dia sudah mulai mengajar pada usia 12 tahun. Dalton menghabiskan sebagian besar umurnya di Kota Manchester, mengajar tata bahasa dan sains. Semula, minat utama- nya adalah meteorologi. Dia terdorong untuk mempelajari perihal gas, sehingga pada akhirnya dia demikian terkenal dengan rumusan teori atomnya.

Thomas Young (1773-1829)

Seorang ilmuwan Inggris yang menekuni fisika, kedokteran dan peninggalan purbakala Mesir. Karyanya yang paling menonjol ialah dalam bidang optik, yaitu penemuan sifat gelombang cahaya melalui pengamatan peristiwa interferensi. Selain itu, dia juga mempelajari elastisitas dan gejala kapilaritas. Di bidang sejarah, dia juga ikut berperan dalam menjelaskan tulisan hieroglif Mesir yang ditulis dalam Rosetta Stone.

Joseph Louis Gay-Lussac (1778-1850)

Kimiawan asal Prancis, penemu Hukum Gay-Lussac, sianogen, hidrometer, alkoholmeter, pelopor penelitian sifat-sifat gas dan teknik analisis kimia, serta salah seorang perintis meteorologi. Dia juga yang menerbangkan balon cuaca pertama di dunia. Setahun setelah lulus dari Politeknik Paris, ia ditawari pekerjaan oleh Claude-Louis Berthollet, seorang kimiawan Prancis yang ter- kemuka. Berthollet mempunyai laboratorium sendiri dan memimpin sekelompok ilmuwan muda di daerahnya. Gay-Lussac mengadakan banyak riset bersama Berthollet dan Pierre Simon Laplace, dua ilmuwan yang dibiayai dan dilindungi Napoleon Bonaparte.

Michael Faraday (1791-1867)

Ahli fisika dari Inggris. Eksperimennya sangat membantu dalam memahami elektro magnetisme. Mulanya dia adalah seorang anli kimia yang banyak menemukan senyawa organiK, di antaranya benzena, yang merupakan gas pertama yang dapat dicairkan dari wujud gas. Karyanya yang paling utama tentunya di bidang listrik magnet. Dialah yang pertama kali memperkenalkan arus listrik dari medan magnet dan dia juga yang menemukan dinamo.

Nikola Tesla (1856-1943)

Seorang ahli fisika, insinyur listrik, serta penemu motor dan AC dari Amerika kelahiran Serbia. Dia merupakan salah seorang pelopor dalam penggunaan listrik arus bolak-balik. Dia juga menemukan kumparan Tesla, suatu transformator yang ia temukan 1891, yang banyak sekali digunakan dalam radio, televisi, dan peralatan listrik lainnya.

Albert Einstein (1879-1955)

Ahli fisika Amerika-Jerman yang mengembangkan teori relativitas umum dan Khusus. Dia memperoleh hadiah nobel di bidang fisika 1921, berkat pen-jelasannya tentang efek fotolistrik Di awal abad ke-20, dia mengeluarkan sederetan teori yang mengajukan cara pandang baru tentang ruang, waktu, dan gravitasi. Teorinya tentang relativitas dan gravitasi memberikan loncatan ke depan sekaligus merupakan revolusi terhadap pertanyaan filsafat dan sains.

Irving Langmuir (1881-1957)

Ahli kimia-fisika dari Amerika dan pemenang nobel berkat karya- nya di berbagai bidang di kimia teori dan terapan. Penelitiannya di bidang fisika awan mengantarnya untuk membuat hujan buatan dengan menabur perak iodida dan karbondioksida pada awan hujan. Dia kembali memperoleh nobel, berkat penelitiannya mengenai film molekuler dan permukaan zat cair, yang membuat terbukanya bidang baru dalam penelitian tentang koloid dan biokimia. Selain itu, dia juga seorang penemu kawat pijar.